
Rawaheng_20 Agustus 2025
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghozali (UNUGHA) Cilacap telah merintis Lumbung Kuliner di Desa Rawaheng Kecamatan Wangon Banyumas yang mengangkat makanan khas desa, yakni Opor Bebek dan Tape Godog. Dari kata lumbung itu di ambil dari lumbung padi yang artinya tempat penyimpanan padi, mahasiswa KKN mengubah fungsi lumbung padi tradisional tersebut yang sebelumnya digunakan sebagai tempat penyimpanan hasil panen menjadi sebuah pusat kuliner yang dinamai Lumbung Kuliner, Sebuah inovasi unik dilakukan oleh para Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Rawaheng.
Program ini merupakan salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, dengan tujuan memperkuat potensi lokal menjadi daya tarik wisata dan ekonomi. Kegiatan ini menjadi program unggulan yang diiniisiasi untuk mendukung potensi ekonomi masyarakat melalui pengembangan produk makanan khas desa rawaheng tersebut.
Proses pembuatan lumbung dimulai dengan persiapan lokasi dilapangan yang luas dan mudah dijangkau warga desa rawaheng. Lumbung Kuliner ini terbuat dari bangunan yang sederhana dari bambu, dinding Lumbung dilapisi anyaman bambu, sedangkan bagian atap menggunakan alang-alang dengan di anyam. Panggok tersebut berukuran 6 meter dibagi menjadi 3 bilik yang dirancang khusus sebagai tempat berjualan bagi pelaku UMKM. Lumbung Kuliner merupakan wadah yang mempertemukan beberapa produk olahan warga di desa rawaheng khususnya dikelompok UMKM.
Proses pembangunan Lumbung Kuliner ini tidak berjalan sendiri. Mahasiswa KKN UNUGHA bekerja sama dengan tokoh masyarakat setempat, yaitu Pak Tohirin, selaku kadus 2 di desa rawaheng menjadi pengalaman unik bagi para mahasiswa, yang untuk pertama kalinya ikut turun langsung menganyam bambu, dan merakit atap dengan teknik tradisional menggunakan alang-alang. Pendampingan penuh dari Bapak Tohirin, selaku kadus 2 di desa rawaheng membuat seluruh kegiatan berjalan lancar sekaligus menjadi ajang belajar nilai-nilai kearifan lokal. Panggok yang dibangun akan menjadi pusat kegiatan Lumbung Kuliner, tempat masyarakat menyajikan makanan khas seperti Opor Bebek dan Tape Godog kepada pengunjung yang akan di buka atau di resmikan pada hari Senin, 25 Agustus 2025.
Kepala Desa Rawaheng menyambut baik program tersebut. Ia menilai Lumbung Kuliner bisa menjadi pintu masuk promosi desa, terutama dalam mengenalkan kekayaan kuliner lokal kepada masyarakat luas. Dengan adanya Lumbung Kuliner ini, diharapkan masyarakat memiliki wadah ekonomi berkelanjutan yang bisa menjadi sumber pendapatan tambahan. Kegiatan ini ditutup dengan doa bersama atau tasyakuran dan penyerahan simbolis produk kuliner dari Mahasiswa KKN kepada bapak Tohirin selaku kadus 2 sebagai perwakilan warga. Meski sederhana, acara tersebut menyisakan kesan mandalam bagi masyarakat Rawaheng dan menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi Mahasiswa KKN dan warga mampu melahirkan inovasi yang bermanfaat.
| Luas Area | 100 m2 |
| Luas Bangunan | 90 m2 |
| Status Lokasi | Wakaf |
| Tahun Berdiri | 2015 |